Review Film No Time to Die : Pamitan Sempurna James Bond

Film terkini James Bond , No Time to Die, berperan sebagai sarana pamitan bagi Daniel Craig. Via film kelimanya sebagai agen 007 ini, Daniel secara sah menutup jejaknya di franchise film ini. Kali ini, untuk selamanya. Sebelumnya, Daniel mengucapkan pensiun sebagai Bond pada 2015 atau sesudah Spectre dirilis. Ia malahan mengatakan akan menyayat pergelangan tangannya daripada balik sebagai Bond. Tapi, sesudah perundingan panjang, Daniel kembali ke franchise itu lost-theseries.com.

Film No Time to Die

Sekali lagi dan untuk terakhir kalinya. Disutradarai Cary Joji Fukunaga, No Time to Die punya kaitan erat dengan film sebelumnya, yakni Spectre. Menyinggung kekerabatan percintaan antara James Bond (Daniel Craig) dengan Madeline Swann (Lea Syedoux) pasca-Spectre. Keduanya merasakan kehidupan yang lumayan tenteram. Hingga, masa lalu kedua orang itu menghancurkan semuanya. Keduanya berpisah. Baca Juga: Henry Cavill, Kandidat Populer Substitusi Daniel Craig sebagai James Bond Sesudah perpisahan itu, Bond memilih pensiun dan hidup di Jamaika.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Film Hollywood Terbaik Tahun 2021

Review Film No Time to Die

Selama 5 tahun, ia merasakan hidup yang santai dan tenteram. Tapi, absensi sahabat lamanya, Felix, member CIA, merubah semuanya. Felix minta bantuan Bond untuk mencari ilmuwan yang diculik Spectre. Ilmuwan itu sukses membikin senjata biologis yang membahayakan bagi segala umat manusia. Harapan Bond untuk hidup tenteram bahkan belum dapat terbentuk. Ia alhasil kembali menjalani kehidupan sebagai agen mata-mata untuk terakhir kalinya. Serentetan momen yang kemudian terjadi pada dirinya, pada alhasil, membuatnya sepatutnya menjalankan keputusan besar. Berdurasi 2 jam 43 menit, No Time to Die yaitu film Bond terpanjang dalam sejarah franchise ini. Dengan durasi panjang ini, tidak heran jikalau banyak yang mau banyak aksi mengasyikan terjadi di dalamnya.

Keinginan ini memang tak terlalu sia-sia. Semenjak permulaan, adegan ledakan, tembak-tembakan dan kejar-kejaran dengan kendaraan beroda empat atau sepeda motor telah terjadi. Film ini berpacu dengan kencang di menit-menit permulaan. Sepertinya mereka tak menyia-nyiakan waktu untuk berbagi cerita. Beragam twist bahkan terjadi. Dari yang paling simpel hingga yang paling kompleks, segala ada dan rata-rata memang menarik. Tapi, tak banyak kejutan terjadi.

Plotnya yang agak datar, membikin sejumlah twist di film ini bahkan jadi mudah diterka. Di film ini, Bond yaitu sentra dari semua-galanya. Ia tampil mendominasi waktu tayang film ini. Sementara, para pemeran pensupportnya tidak kebagian banyak adegan. Lashana Lynch yang digadang-gadang bakal menjadi Bond perempuan pertama tampil tidak terlalu istimewa. Karakter yang ia perankan, Nomi, tidak banyak mendapatkan alokasi waktu tampil di film ini. Padahal ia berupaya menonjolkan karakter yang fierce, namun, tidak banyak eksplorasi kepada karakter ini. Waktu tampilnya di No Time to Die masih keok banyak dengan Lea Seydoux, pemeran Madeline.

Daniel Craig sebagai James Bond

No Time to Die juga mengeksplorasi lebih jauh emosional Bond. Banyak adegan emosi terjadi pada Bond di film ini. Sebagai sebuah konklusi, ini tentu tepat dengan vibe-nya. Terutamanya, di sini, terkuak satu rahasia besar yang berakibat pada diri Bond, terutamanya dari sisi emosionalnya. Pada menit-menit akhir film ini, emosinya bakal lebih terasa. Sebuah pamitan yang mungkin tidak terlalu dramatis, namun masuk logika dan tepat. Sebuah penutup total bagi Daniel Craig sebagai seorang James Bond. Bagi Daniel, ia tak perlu menoleh ke belakang dan dapat move on dengan kariernya.

Tirai bahkan telah tertutup bagi pentasnya sebagai 007. Baca Juga: Daniel Craig Kantongi Upah Rp1,2 Triliun dari Film-film James Bond EON Production sepertinya sepatutnya memikirkan taktik baru untuk franchise ini pasca-No Time to Die. Apakah mereka akan menjalankan casting ulang dan me-reboot segala ceritanya? Atau, mereka akan membikin kejutan dengan beraneka spekulasi yang ada di luar sana? Entahlah. Cuma waktu yang dapat menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *