Ulasan Film : Transcendence

Pernahkah kamu berpikir mengenai teknologi yang terus berkembang saat ini? Terbayang tidak bagaimana nanti saat teknologi semakin canggih dan bahkan bisa diluar nalar kita saat ini. Di film Transcendence ini, mereka akan menggambarkan bagaimana jadinya saat kecerdasan komputer digabungkan dengan kecerdasan manusia.

Diawali dengan Dr.Will yang sedang melakukan melakukan pemaparan mengenai temuan riset yang sedang ia kembangkan. Ada seorang peserta yang menanyakan, apakah ia bermaksud untuk menciptakan tuhannya sendiri. Dr.Will pun menjawab kalau bukankah itu keinginan dari setiap orang.

Orang – orang yang awalnya mengagumi Dr.Will tiba – tiba menunjukkan raut ketakutan besar. Sekelompok anti teknologi yang memberi nama mereka Revolutionary Independence From Technology menembak Will dengan menggunakan peluru berlapis dengan bahan radiasi.

Karena itu Will menjadi sekarat dan hanya tinggal menunggu hari kematiannya. Evelyn, pendamping hidup dari Dr.Will berusaha untuk mengunggah semua isi otak dari Dr.Will ke dalam komputer milik Dr.Will yang diklaim merupakan sebuah komputer tercepat yang ada saat ini.

Namun Evelyn tidak menyadari apa yang ia lakukan malah membuat monster cyber yang tidak bisa dikendalikan dengan mudah. Komputer yang sudah menyatu dengan Dr.Will ini awalnya ditentang oleh sahabatnya, namun Evelyn tidak mempedulikan hal tersebut.

Komputer yang sudah bergabung dengan Dr.Will ini dapat mengendalikan seluruh program dengan basis komputer yang ada di seluruh dunia. Bahkan ia bisa membobol kode – kode rahasia pemerintah dan melihat sampai ke ukuran nano pada seluruh bumi. Selain ia juga dapat mengenali sistem tubuh manusia dan membaca perasaan manusia.

Namun karena kemampuannya ini, Evelyn yang awalnya mempercayai kekasihnya itu malah dibuat takut akan kemampuan dari Will yang semakin berkembang. Dengan teknologi itu Will bisa membuat orang buta bisa melihat, yang lumpuh kembali bisa berjalan, bahkan orang yang sudah hampir tidak terselamatkan bisa ia kembali sembuhkan dan tingkatkan kemampuannya. Will juga bisa mengontrol tubuh orang yang sudah ia sembuhkan.

Dalam film ini seperti digambarkan kalau teknologi itu diiaratkan dua sisi pedang, bisa bermanfaat dan juga bisa menjadi senjata mematikan. Apalagi jika pedang tersebut berada di tangan orang yang salah.

Pada film ini, para penonton akan dibuat bingung dengan eksistensi Will. Apakah ia benar – benar Will yang sebenarnya sudah wafat, atau itu hanyalah kecerdasan AI hasil karya Will sebelum ia meninggal.

Puncak dari keganasan teknologi ini adalah saat Will dapat menciptakan tubuhnya sendiri, ya, menciptakan manusia. Itu seakan sudah melampaui batas dari kewenangan manusia.

Itu yang ditakutkan oleh para sekelompok teroris R.I.F.T, saat teknologi mulai melampaui batas kemampuan manusia. Itu membuat teknologi menjadi tanpa kendali dan berpotensi memberikan kerusakan untuk manusia serta alam semesta.

Kumpulan teroris ini secara mati – matian berusaha untuk menghancurkan laboratorium milik Will dan Evelyn. FBI juga memiliki ketakutan yang sama, yaitu Will dapat menciptakan pasukan manusia tanpa mengenal yang namanya kematian.

Saat Evelyn mulai menyadari kalau Will sudah diluar batas kewajaran, Will merasa tidak ada seorang pun yang bisa memahami maksud dari dirinya. Ia merasa orang – orang menakuti apa yang orang – orang tersebut tidak pahami.

Akhirnya semua jawaban terpecahkan saat Will memilih membiarkan Evelyn memasukkan virus pada sistemnya yang membuat dirinya hancur dan membuat semua orang merasa lebih tenang. Ini membuktikan kalau Will benar merupakan Will, ia memiliki hati nurani yang tidak dimiliki oleh robot.

Banyak pesan bermakna yang bisa kita petik dari film ini. Menurutmu, apakah teknologi di masa depan akan seperti ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *