Ulasan Film Aksi, Mission: Impossible – Fallout

Banyak genre film yang bisa memacu ketegangan dari penonton, salah satunya seperti film dengan genre aksi. Namun saat ini banyak film aksi yang tidak memenuhi ekspektasi para penontonnya, seperti terlalu banyak menunjukkan kisah cinta dibandingkan kisah dari aksi itu sendiri. Tetapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk film Mission: Impossible.

Dengan pemeran utama Tom Cruise sebagai Ethan Hunt, Waralaba ini semakin lama semakin memberikan kisah menarik dengan adegan yang semakin membuat jantung berdebar ketika menyaksikannya. Ini bisa dibuktikan sendiri dengan menyaksikan entri keenam mereka, yaitu Mission: Impossible – Fallout.

Ethan, sang agen IMF, kembali merasakan ketenangan ketika ia berhasil menerima misi untuk menggagalkan transaksi senjata nukil plutonium agar tidak berada di tangan Apostles. Namun sayangnya misi tersebut gagal karena plutonium itu hilang.

Kali ini Ethan Hunt memiliki partner yang berasal dari CIA, August Walker, dan agen IMF yang sudah selama ini menemani dia. Dengan berpacu pada waktu, Ethan berupaya agar plutonium tersebut tidak jatuh pada tangan yang salah.

Jangan salah, meski saat melakukan aksinya di sini Tom Cruise sudah berusia 56 tahun, tetapi aksinya malah semakin tampak memukau. Totalitas yang ia tunjukan di dalam film ini benar – benar tampak di ambang batas. Bahkan pada adegan ia melompati gedung, Tom Cruise sampai mematahkan kakinya. Hal itu sempat membuat proses produksi film ini tertunda.

Bahkan untuk film ini, Tom Cruise mengambil les untuk menerbangkan helikopter agar ia bisa menerbangkan helikopter pada film ini. Jadi jangan sampai lewatkan adegan di mana ia menerbangkan helikopter!

Selain kisah dan pemerannya yang apik, cara kamera mengambil gambar juga sangat berperan besar pada film ini. Khususnya saat sedang adegan aksi yang benar – benar dimainkan oleh Cruise atau Stuntmen. Selain itu tentunya efek suara memberikan kesan yang semakin terasa sempurna. Dapat dikatakan film Mission: Impossible – Fallout ini membantu mereka untuk menutupi berbagai kelemahan yang ada pada film sebelumnya.

Pada film ini, karakter antagonis pun seakan mendapatkan porsi dan penokohan yang baik. Di sini, Sean Harris kembali memerankan penjahat bernama Solomon Lane yang semakin berpengaruh pada jalannya cerita.

Selain itu tokoh Henry Cavil yang memerankan August Walker, di dalam film ini ia bisa keluar dari pesonanya sebagai Superman. Dia tampil dengan apik dan bisa menyamakan pesona dari Tom Cruise sebagai ikon dari film  ini. Tetapi sayangnya, tokoh yang Cavil perankan cukup ketara kalau ia akan menjadi penjahat utamanya.

Nanti pada adegan pamungkas, akan ada perkelahian antara Ethan dengan August Walker. Di sini melalui film ini para penonton akan dipaksa untuk menebak bagaimana nanti kisah akhir dari film ini. Karena kita tidak bisa menebak apa motif Walker menjadi seorang penjahat.

Meski plot satu ini tertebak, untungnya McQuarrie sukses menutupinya dengan adegan aksi yang fantastis dan tidak ada jeda sejak terungkap kalau Walker merupakan sang penjahatnya. Selain itu yang pada awalnya penonton mudah menebak, diakhiri dengan penonton yang penasaran dengan akhir cerita.

Meski memiliki durasi cukup panjang, yakni 2.5 jam, tapi kita tidak akan merasakan bosan karena apa yang ditayangkan benar – benar terasa sepadan. Bahkan semua sajian apik mulai dari akting, adegan aksi, dan lainnya akan membuat film ini bahkan terasa kurang panjang.

Nah, itulah review singkat mengenai film aksi Mission: Impossible – Fallout.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *