Review Film Dolittle

Jika biasanya kita melihat karakter Robert Downey Jr. yang memerankan sosok gagah di balik perisai besi Iron Man-nya, kini kita akan melihat sosonya yang memerankan karakter Doctor Dolittle yang diciptakan oleh Hugh Lofting. Sosok ini sendiri sebenarnya sudah sering kali diperankan oleh bintang Hollywood, salah satu yang paling dikenal adalah Eddie Murphy.

Doctor Dolittel, atau nama lengkapnya John Dolittle adalah dokter yang dapat berbicara dengan hewan. Ia mengasingkan diri bersama dengan teman – teman hewannya setelah istrinya meninggal dalam sebuah ekspedisi.

Tetapi Dolittle harus kembali keperadaban karena Ratu Victoria sedang sekarat karena ia mengidap penyakit yang langka. Dolittle yang ditemani dengan teman – teman hewannya serta seorang anak laki – laki yang bernama Tommy Stubbins pun kembali melakukan petualangan ke penjuru dunia untuk bisa menemukan obat untuk ratu.

Sudut pandang cerita ini berasal dari mata Tommy Stubbins yang dikisahkan tidak sengaja menembak seekor tupai saat ia diajak untuk berburu bersama dengan pamannya. Stubbins membawa tupai tersebut ke Dolittle karena tuntutan dari kakak tua bernama Poly. Karena melihat kemampuan dari Dolittle yang melakukan operasi tupai dan bisa berbicara dengan hewan, Stubbins berniat untuk menjadi murid Dolittle dan ikut melakukan petualangan bersamanya.

Tetapi sayangnya, hubungan antara dua orang ini kurang terasa istimewa. Karena tidak begitu ditunjukkan momen spesial antara Dolittle dan Stubins. Selain itu Stubbins dapat dengan sendirinya berbicara dengan hewan tanpa harus diajari oleh Dolittle.

Yang tampak malah chemistry antara Dolittle dengan kawan – kawan hewannya. Salah satunya adalah hubungannya dengan Chee-Chee yang merupakan seekor gorila dengan sifat penakut. Sedikit demi sedikit Dolittle berhasil membuat Chee-Chee tumbuh rasa percaya dirinya. Selain itu ini memberikan pelajaran penting untuk penonton kalau rasa takut itu bisa diatasi.

Yang menarik ada pada pengisi suara hewan – hewan yang diisi oleh sejumlah bintang Hollywood. Ada John Cena yang mengisi suara Yoshi, beruang kutub. Ada juga Tom Holland yang berperan sebagai Jip, Antonio Banderas sebagai King Rassouli.

Tetapi adanya bintang Hollywood tersebut tidaklah dimaksimalkan di dalam film. Tokoh – tokoh ini seakan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan perkembangan karakter karena fokusnya hanya pada sang pemeran utama. Hal itu membuat Robert Downey Jr. seakan menanggung beban sendiri atas jalan cerita dari film ini, tetapi ia mampu memerankannya dengan cukup apik.

Tetapi sayangnya, aksen British yang dilafalkan oleh Robert dirasa kurang terdengar natural dan kurang terdengar jelas. Berbeda dengan dirinya ketika memerankan Sherlock Holmes.

Adegan lucu yang ada pada film ini menjadi poin penting, penonton bisa dibuat tertawa dengan tingkah dari hewan – hewan yang kocak. Selain itu persahabatan hewan – hewan ini bisa menjadi kisah tersendiri. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini juga tersampaikan dengan baik.

Petualangan yang dilakukan oleh sang dokter mungkin terkesan agak hambar karena tidak terlalu mengeksplorasi banyak tempat seperti petualangan yang sesungguhnya. Selain itu tempat – tempat yang Dolittle kunjungi juga tidak terlihat mendetail, sehingga para penonton kurang merasakan kenangan saat menyaksikannya.

Padahal jika kita lihat dari latar waktu yang digunakan, yaitu di abad ke-19, seharusnya bisa membuat konsep cerita menjadi tampak lebih menarik. Apalagi di era tersebut masih banyak area hutan lebat untuk dijadikan tempat melakukan petualangan.

Semoga ulasan ini membantu, selamat menyaksikan Dolittle!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *