Ulasan Film: Forgotten

Pernahkah terbayang apa yang ingin kamu pilih jika diberi kesempatan untuk bisa melupakan sesuatu? Mungkin dengan film Forgotten ini kita bisa lebih sadar tentang kodrat manusia, di mana kitalah tempatnya lupa.

Film ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris ternama, seperti Kang Ha Neul, Kim Moo Yul, Moon Sung Geun, Na Young Hee, Nam Myung Ryul, Lee Na Ra, dan masih banyak lainnya.

Forgotten adalah sebuah film yang bertema Keluarga namun dengan kemasan yang berbeda. Dalam film ini akan menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, di mana terdiri dari dua orang anak laki-laki, ibu, dan seorang bapak. Mereka berempat menuju ke sebuah rumah baru yang akan mereka tempati.

Kala itu digambarkan tahun 1997, di mana Jin Seok yang sedang mempersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi, ia pun sering mengalami kecemasan dan meminum obat pengurang kecemasannya. Kakak dari Jin Seok adalah Yoo Seok yang dianggap Jin Seok adalah seorang pahlawan.

Ketika di rumah baru mereka, ada sebuah ruangan yang ayah mereka larang untuk masuki. Itu ternyata membuat Jin Seok menjadi penasaran. Apalagi ia sering kali mendengar suara aneh dari dalam sana.

Suatu ketika sang kakak mendapatkan telepon dari ayahnya dan ia pun meminta Jin Seok untuk tidak pergi ke mana-mana. Sayangnya tak lama sang kakak dikeroyok oleh segerombolan orang lalu ia dibawa pergi dengan menggunakan sebuah van.

Setelah menghilang 19 hari, sang kakak kembali dalam keadaan selamat namun seperti memiliki pribadi yang berbeda. Jin Seok pun kerap kali berimajinasi apa yang terjadi pada sang kakak. Ia bahkan mengira kalau Yoon Seok yang ada di dekatnya itu bukanlah orang yang asli

Apalagi kecurigaan diri dia semakin meningkat ketika mendengar suara-suara aneh dari dalam ruangan yang katanya berisi barang-barang pemilik rumah sebelumnya itu.

Pada film ini akan memberikan kita sebuah plot twist yang tidak disangka-sangka sebelumnya dan inilah yang membuat penonton terkesima dengan alur dari film ini.

review forgotten

Cara penyampaian yang dilakukan oleh film ini sebenarnya sederhana, tetapi cara mereka dapat dikatakan sangatlah luar biasa.

Selain kisahnya yang sangat menarik untuk di simak, di film ini juga menunjukkan pemain yang bisa menyampaikan pesan dengan sangat baik.

Seperti Kang Haneul yang bisa menunjukkan rasa putus asa, bagaimana ia ketika merasakan ketakutan, kesedihan, saat ia sedang merasa terpojok, sampai saat ia penasaran, semuanya bisa dengan jelas tergambar di wajahnya.

Sisi yang membuat film ini menjadi semakin menarik tentunya juga dari sound effect yang dihadirkan. Sound ini akan sangat membantu kita dalam merasakan ketegangan yang terjadi di keluarga ini.

Meski demikian, kami masih merasakan beberapa kekurangan dari film ini yang membuatnya kurang terasa sempurna. Di mana kami merasa ada beberapa plot hole yang hingga akhir film belum terselesaikan, entah memang niatnya untuk ditebak oleh penonton atau memang itu tidak memiliki akhir yang jelas.

Nah, itulah ulasan singkat dari film Forgotten. Film ini memang wajib untuk masuk ke list nonton kamu minggu ini, apalagi untuk kamu yang gemar dengan film berbau trailer. Tidak ada salahnya untuk menambah keteganganmu di akhir minggu dengan film penuh konflik ini.

Semoga ulasan kami kali ini membantu kamu untuk lebih mengetahui tentang film Forgotten, ya!

Review Captain America: The Winter Soldier

Captain Amerika atau Steve Rogers adalah salah satu super hero populer dari Marvel. Kepiawaiannya dalam memainkan Shields yang dipegangnya membuat Hero ini menjadi tampak sangat keren dan berwibawa. Nah, kali ini kami akan membahas mengenai salah satu film dari Captain America, yaitu The Winter Soldier.

Captain America: The Winter Soldier

Setelah kejadian yang ada pada The Avengers, Steve Rogers harus bisa membiasakan dirinya dengan keadaan yang ada pada abad 21. Seperti yang kita ketahui, kalau ia tadinya merupakan tentara AS yang sama sekali tidak memiliki kemampuan apa-apa. Tetapi karena bantun dari Dr, Joshef Reinstein dengan serum Super Soldiernya, ia menjadi sosok yang memiliki kemampuan mengagumkan.

Selain itu ia baru kembali dari tidurnya dan kaget mengenai New York yang sudah berubah. Berbagai hal baru mengenai New York di abad ke 21 membuatnya tampak sangat bingung.

Tetapi ia masih mendedikasikan dirinya untuk dunia dan membantu masyarakat. Ia pun masih menjalankan misi yang S.H.I.E.L.D. berikan padanya. Karena perubahan zaman yang terjadi, ia pun murali ragu apakah ia sudah melakukan hal yang benar untuk bisa menggapai impiannya dalam menjaga perdamaian dunia seperti yang sejak dulu ia inginkan.

Hingga suatu ketika, kebimbangan tersebut ternyata terjawab ketika terjadi penyerangan terhadap pemimpin dari S.H.I.E.L.D. yaitu Nick Fury, yang dilakukan Oen prajurit asing dengan kemampuan yang tidak main-main.

Ternyata itu bukan hanya mengancam S.H.I.E.L.D. saja, tetapi juga turut mengancam nyawa masyarakat dunia. Dengan bantuan dari agen dengan kemampuan tinggi, yaitu Natasha Romanoff atau kita kenal sebagai Black Widow, di sini Steve akan mengungkap siapakah dalang dari ancaman ini, selain itu juga ia berusaha mengungkap siapa sosok Winter Soldier yang menyerang Nick Fury.

Kalau pada film sebelumnya, di Captain America: The First Avengers akan disuguhkan bagaimana awal mula dari Captain America, pada filmnya kali ini akan lebih ditekankan kepada plot yang lebih mendalam mengenai konflik yang terjadi di sekeliling Steve.

Setelah ia tertidur 70 tahun lamanya, tentunya membuat prajurit satu ini memiliki pemikiran yang juga berbeda serta konsep berbeda mengenai cara untuk bisa menyelamatkan dunia. Tetapi masalahnya ini menjadi sebuah keraguan tersendiri baginya, ini sangat jelas ditunjukkan sepanjang film.

Hal itu tampak jelas ketika ia dihadapkan dengan pemeran lainnya, seperti ketika ia menjalankan misi dari S.H.I.E.L.D. yang bukan hanya akan menunjukkan terjadinya konflik batin dari sosok Steve Rogers, tetapi juga konflik utama yang lebih berat pada aspek politik, di mana tampak nyata dan membuat kita berpikir kemungkinan sewaktu-waktu bisa saja terjadi di dunia nyata.

Jika ingin menyaksikan film satu ini, disarankan untuk menyaksikan terlebih dahulu Captain America: The First Avengers, karena mungkin jika langsung menyaksikan Winter Soldier, akan cukup dibuat bingung dengan berbagai alur plot secara keseluruhannya. Tetapi kalau memang ingin menyaksikan Winter Soldiers saja, itu bukan masalah besar juga, kok.

Nah, itulah ulasan mengenai Captain America: The Winter Soldier yang bisa dikatakan cukup relate dengan kehidupan modern saat ini. Plot yang ada di film ini tidak bisa diduga dan ditambah dengan berbagai aksi baku hantam yang keren menjadi sebuah nilai plus tersendiri untuk film ini. Oh ya, pada bagian akhir film terdapat after Credit yang rasanya sayang banget untuk dilewatkan!

Review: Knowing

Pernah tidak terbayang oleh Anda, ketika Anda mengetahui kapan dunia akan kiamat. Apa yang harus Anda lakukan pada saat mengetahui hal tersebut?

Itulah yang akan dibahas pada film dengan judul Knowing ini yang merupakan film sience-fiction.

Film diawali di tahun 1958, di mana pada sebuah sekolah meminta murid-muridnya untuk menggambarkan hal yang mungkin terjadi pada 50 tahun kedepan.

Lucinda, salah satu murid di sana tidak menggambar sesuai dengan yang gurunya perintahkan, melainkan ia menuliskan angka-angka yang memenuhi kertasnya.

Sang guru pun mengambil kertas tersebut dan memasukkannya pada kapsul waktu yang akan dibuka tahun 2009.

Waktu pun berlalu, kini kapsul tersebut telah di buka. Kertas yang dituliskan oleh Lucinda diberikan kepada seorang anak bernama Caleb dan ia tunjukkan pada ayahnya.

Awalnya sang ayah, John, tidak tertarik pada kertas tersebut. Namun, ketika ia melihat salah satu tanggal yang ia kenali dalam surat tersebut, ia mulai penasaran.

Setelah melakukan berbagai research, akhirnya ia menemukan kalau angka-angka yang ada di dalam kertas tersebut merupakan tanggal-tanggal musibah besar yang terjadi di dunia beserta jumlah korban jiwanya.

Awalnya ia mencoba untuk mendiskusikan hal itu pada temannya, tetapi temannya tersebut hanya mengira kalau itu kebetulan saja. Itu karena John masih berlum mengetahui sisa angka-angka yang ada dalam kertas itu.

Akhirnya John pun memahami mengenai sisa angka-angka yang ada di dalam kertas tersebut, yaitu koordinat lokasi. Ia menyadarinya ketika terjadi ketika ia sedang dalam kemacetan dan melihat pada peta digital miliknya yang menunjukkan angka familiar.

Ia pun keluar dari mobil dan menanyakan pada petugas mengenai apa yang terjadi. Petugas meminta John untuk kembali ke mobilnya, dan saat itulah sebuah pesawat jatuh tepat dihadapannya.

John pun berupaya untuk bertemu dengan keturunan dari Lucinda, ia bertemu dengan anak dari Lucinda yang sudah memiliki seorang anak perempuan bernama Diana. Diana menolak membicarakan tentang ibunya dan ingin melupakan sosok yang sudah melahirkannya itu, karena ibunya meramalkan dirinya akan meninggal di tanggal 19 oktober, ia ingin tidak mengingat hal itu dan menganggap ibunya hanya membual.

Dengan segala upayanya, ia pun berhasil meyakinkan anak dari Lucinda itu kalau ia benar-benar ingin tahu mengenai kemampuan ibunya. Akhirnya ia pun menunjukkan rumah lama dari ia dan ibunya, di mana di sana terdapat sebuah gambar yang kerap kali dipandangi Lucinda berjam-jam lamanya.

Anak Diana menggambar pada kertas tersebut dan menunjukkan kalau itu merupakan sebuah gambar matahari. Mereka pun menyadari kalau dunia akan berakhir karena matahari akan semakin panas dan berakibat terbakarnya bumi.

Mereka berusaha untuk bisa bertahan hidup dengan cara mencari lokasi terbaik, tetapi sayangnya ketika John berupaya menemukan lokasi terbaik untuk mereka agar bisa bertahan hidup, ternyata Diana kekeh untuk bersebunyi di sebuah Gua.

John yakin kalau menurut Lucinda tempat terbaik untuk mereka adalah di rumah lama Lucinda, sedangkan Diana yakin di Gualah tempat mereka bisa tetap hidup.

Ketika sedang hendak mengisi bahan bakar dan membeli pasokan makanan, anak diana dan John yang dibawa oleh Diana di culik oleh sekelompok orang asing.

Diana hendak mengejarnya, sayangnya mobilnya tertabrak oleh sebuah truk dan ia tewas tepat di tanggal 19 oktober.

Setelah itu John dan kedua anak yang dibawanya bertemu dengan sekelompok manusia yang ternyata alien. Pada alien itu berencana membawa orang-orang pilihan untuk bisa membuat kehidupan manusia baru yang sudah akan punah karena bencana di bumi.

John pun mengikhlaskan mereka berdua dan akhirnya ia juga ikhlas untuk meninggalkan dunia ini dalam pelukan keluarganya.

Film Knowing ini adalah salah satu film terbaik yang menggambarkan akhir dari dunia.

Ulasan Film : Luck Key

Luck Key merupakan sebuah film yang rilis di tahun 2016 dan disutradarai oleh Lee Gae Byok. Film yang dibintangi oleh Yoo Hai Jin, Jo Yoon Hee, dan Lee Joon ini memiliki alur kisah yang uni dan cukup menarik.

Dalam film yang merupakan remake dari film komedi Jepang berjudul Key of Life ini berkisah tentang pertukaran identitas antara seorang aktor bernama Jae-Sung dengan seorang pembunuh bayaran yang bernama Hyung-Wook.

Hal itu terjadi karena Hyung-Wook yang pingsan ketika ia tergelincir sabun di sebuah tempat pemandian umum. Jae-Sung pun tidak melewatkan kesempatan setelah ia melihat insiden tersebut.

Jae-Sung sendiri merupakan seorang aktor yang tidak tenar, bahkan ia hanya kerap kali muncul sebagai peran-peran kecil di dalam sebuah film.

Karena Hyung-Wook memiliki penampilan layaknya orang berada, Jae-Sung pun mengganti kunci loker Hyung-Wook dengan miliknya.

Ketika Hyung-Wook sadar, ternyata ia lupa ingatan, Ia pun mengambil barang-barang yang ada pada lokernya yang sudah ditukar oleh Jae-Sung dan menganggap kalau itu adalah dirinya.

Mereka pun menjadi saling bertukar identitas, Jae-Sung menjalani kesehariannya di rumah Hyung-Wook, dan Hyung-Wook tinggal di rumah kecil Jae-Sung. Ia dibantu oleh Rina, seorang paramedis yang membayar tagihan rumah sakitnya.

Karena Hyung-Wook yang amnesia tidak memiliki pekerjaan, ia pun ditawari pekerjaan oleh Rina di tempat ibunya. Awalnya ibunya menolak mempekerjakan Hyung-Wook, namun setelah dibujuk ia pun mau menerima Hyung-Wook. Uniknya, berbekal kemampuan bawah sadarnya yang mahir memainkan pisau, Hyung-Wook bisa memotong makanan dengan cantik. Ia pun menjadi koki utama di sana.

Suatu ketika ia melihat kalender di rumah Jae-Sung yang menunjukkan ia harus ke suatu tempat. Ia pun datang ke tempat tersebut dan ternyata ia dibawa untuk menjadi pemeran figuran dalam sebuah film.

Awalnya ia masih tampak tidak baik dalam melakukan aktingnya, tetapi semakin lama ia semakin memukau sutradara dan ia pun semakin mendapatkan peran penting dalam film.

Lalu pada sisi Jae-Suk, ia yang tertarik pada seorang wanita yang diawasi Hyung-Wook pun sadar kalau Hyung-Wook merupakan pembunuh bayaran dan akan membunuh gadis itu. Ia berencana untuk menyelamatkan Eunju.

Singkat cerita, Hyung-Wook pun mulai mengingat indentitas dirinya dan ia kembali ke apartemennya. Di sana ia bertemu dengan Jaesung dan Eunju. Mereka yang sudah saling jatuh cinta kini nyatanya menjadi incaran orang yang ingin membunuh mereka.

Ternyata Hyun-Wook bukan pembunuh bayaran yang akan membunuh korbannya, melainkan ia akan memberikan kehidupan lain dengan identitas lain kepada korbannya agar bisa hidup dengan tenang.

Mereka bertiga pun merencanakan sebuah drama yang akan membuat seolah Jaesung dan Eunju mati terbunuh. Berbekal kemampuan akting Hyung-Wook di film-film yang sudah diperankannya, ia bertarung dengan Jaesung di hadapan orang yang membayar mereka.

Dengan berbagai perhitungan yang awalnya hampir kacau karena kehadiran Rina, akhirnya mereka berhasil mengelabui para orang yang membayar mereka.

Akhirnya Hyung-Wook pun memilih untuk tidak lagi menjadi pembunuh bayaran dan menjalani kariernya menjadi seorang aktor. Begitu juga dengan Jaesung yang kini semakin memiliki karier cemerlang untuk bisa membuktikan kepada ayahnya kalau ia bisa dengan baik menjalankan kariernya sebagai aktor hebat.

Nah, itulah ulasan singkat tentang film Luck Key. Banyak pesan yang bisa kita ambil dari film ini, jadi tidak ada salahnya untuk habiskan akhir pekan dengan menyaksikan film ini.

Petualangan Sherina, Film Petualangan Anak Yang Teathrical

Kita mungkin sudah sering mendengar dan menonton film petualangan terbaru yang dapat memacu adrenalin kalian meningkat berkat aksi dan alur ceritanya yang bervariasi. Seperti keunikan film Extreme Job yang sebelumnya baru kita bahas. Namun tidak sedikit orang yang mencoba kembali ke masa lalu dengan menonton film box office lama. Apalagi disaat Pandemi seperti ini bisa saja kalian sudah hampir menonton semua film box office yang baru keluar?

Bagaimana kalau kita mengulas kembali Film Petualangan Sherina yang terhitung cukup unik untuk tayangan anak-anak saat itu. Dengan Film bergenre Adventure, Petualangan Sherina dipadukan dengan sensasi theatrical dan bercampur beberapa genre lainnya seperti musical, dan juga kekeluargaan. Film Box Office ini bahkan sampai ditampilkan sebagai acara teather yang sesungguhnya secara besar-besaran. Kira-kira ada yang masih ingat tidak ya alur cerita dari Petualangan Sherina ini? Yuk kita nostalgia bersama.

Sinopsis Singkat Petualangan Sherina

Menceritakan tentang petualangan kedua anak yang melawan penculikan ynag terjadi pada mereka. Sherina Munaf yang berperan sebagai pemeran wanita utama bernamakan dirinya ini mengawali petualangannya saat harus terpaksa ikut sang ayah pindah rumah karena ayahnya memiliki project kerja di daerah Bandung, Bosscha. Sherina digambarkan memiliki karakter yang ceria dan aktif, disaat ia sampai dan masuk kesekolah barunya ia bertemu Sadam yang diperankan oleh Derby Romero. Sadam yang merupakan pemeran utama pria ini memiliki sifat bullying di sekolah, apalagi saat hari pertama Sherina datang kesana.

Ayahnya Sherina mengajak ia dan ibunya untuk berkunjung ke rumah sekaligus tempat projek sang ayah akan berlangsung. Namun ternyata Sherina malah bertemu dengan Sadam yang sebenarnya memiliki sifat manja dihadapan orang tuanya. Tentu saja akibat itu Sherina jadi tau rahasia Sadam, akibat itu mereka berdua jadi semakin sering bertemu dan membuat kedua orang tua mereka memutuskan untuk membawa Sherina dan Sadam berlibur dengan mengadakan camping.

Petualangan keduanya baru saja dimulai saat kedua anak tersebut terpisah dengan orang dewasa dan diculik oleh sekawanan penjahat yang ternyata sudah memperhatikan kedua anak tersebut. Para penculik tersebut sudah menafsir harga untuk kehilangannya Sadam, dengan modus dasar dapat bermain judi seperti permainan yang ada di Sbobet. Karena mendengar bahwa Sadam yang menjadi target utama penculikan, Sherina mulai mencari cara untuk bisa menyelamatkan Sadam. Keseruan melawan penculik sampai bersembunyi kedalam gedung planetarium bernama Bosscha dijalani kedua anak kecil itu.

Kabar Terbaru Kedua Pemeran Utama

Sudah 20 tahun berlalu, ternyata banyak penonton yang masih penasaran dengan kabar kedua pemeran utama Petualangan Sherina. Sherina Munaf yang sejak awal memang menggeluti dunia musik dan teather mengikuti jejak sang ayah. Kini beranjak dewasa dengan beberapa single lagu yang populer sejak tahun 2008-an saat kembali ke dunia hiburan dengan mengisi soundtrack Box Office Laskar Pelangi.

Derby Romero sendiri kini sudah menikah loh dengan aktris cantik Claudia Adinda yang menyukai ghaya retro dan unik. Derby juga sempat merilis beberapa lagu setelah kembali ke dunia perfilman. Yang pasti kedua aktris dan aktor legenda ini kini sudah dewasa dengan tampilan super beda daripada saat mereka kecil!